Senin, 12 Oktober 2015

Pengantar Komputasi Cloud | Map Reduce dan NoSQL(Not Only SQL)

DISUSUN OLEH :
Nama : Rama Wicaksana
NIM  : 11510030

Kampus : STTC (Sekolah Tinggi Teknik Cendekia)


Map Reduce dan NoSQL(Not Only SQL)
  • Map Reduce


     Map Reduce merupakan model yang pemrograman untuk memproses set data yang besar, dan nama sebuah implementasi dari model oleh Google. MapReduce biasanya digunakan untuk melakukan komputasi terdistribusi pada cluster komputer.
Menulis program paralel-eksekusi telah terbukti selama bertahun-tahun untuk menjadi tugas yang sangat menantang, membutuhkan berbagai keahlian khusus. MapReduce menyediakan programmer biasa kemampuan untuk menghasilkan paralel program didistribusikan jauh lebih mudah, dengan mengharuskan mereka untuk menulis Peta sederhana  dan Mengurangi  fungsi, yang fokus pada logika masalah tertentu. sementara "Sistem MapReduce" (juga disebut "infrastruktur", "kerangka") secara otomatis menangani menyusun server terdistribusi, menjalankan berbagai tugas secara paralel, mengelola semua komunikasi dan transfer data antara berbagai bagian dari sistem, menyediakan untuk redundansi dan kegagalan , dan manajemen keseluruhan dari keseluruhan proses.
  • NoSQL


     Sebuah database NoSQL menyediakan mekanisme untuk penyimpanan dan pengambilan data yang menggunakan model lebih konsisten daripada database relasional tradisional dalam rangka mencapai skala horisontal dan ketersediaan. Disebut  "Not SQL" untuk menekankan bahwa beberapa sistem NoSQL mengizinkan bahasa query SQL-seperti yang sering digunakan. Sistem database NoSQL  sangat dioptimalkan untuk pengambilan dan operasi penambahan dan sering menawarkan fungsionalitas sedikit di luar penyimpanan record (misalnya key-value stores). Menurunnya fleksibilitas run-time dibandingkan dengan sistem SQL penuh dikompensasi oleh keuntungan yang nyata pada skalabilitas dan kinerja untuk data model tertentu. Singkatnya, sistem manajemen database NoSQL berguna ketika bekerja dengan sejumlah besar data (terutama data besar) ketika sifat data itu tidak memerlukan model relasional.

      Data dapat terstruktur, tapi NoSQL digunakan ketika apa yang sebenarnya penting adalah kemampuan untuk menyimpan dan mengambil sejumlah besar data, bukan hubungan antara unsur-unsur. Contoh penggunaan mungkin untuk menyimpan jutaan pasangan kunci-nilai dalam satu atau array asosiatif sedikit atau untuk menyimpan jutaan catatan data. Organisasi ini sangat berguna untuk analisis statistik atau real-time tumbuh daftar elemen (seperti posting Twitter atau log server internet dari kelompok besar pengguna). Penggunaan lain dari teknologi ini berkaitan dengan fleksibilitas dari model data, banyak aplikasi dapat memperoleh dari data tidak terstruktur model: alat seperti CRM, ERP, BPM, dll. Bisa menggunakan fleksibilitas ini untuk menyimpan data mereka tanpa melakukan perubahan pada tabel atau menciptakan kolom generik dalam database. Database ini juga baik untuk membuat prototipe atau aplikasi dengan cepat, karena fleksibilitas ini menyediakan alat untuk mengembangkan fitur baru yang sangat mudah.

Contoh NoSQL adalah MongoDB.




KESIMPULAN
   
     Jadi kesimpulannya Hbase yang merupakan database untuk data besar dan metode MapReduce merupakan metode yang digunakan untuk melakukan pemrosesan data-data pada penyimpanan yang besar telah mempermudah dalam men- gurutkan jumlah data yang mempunyai kemiripan dalam waktu yang cepat. Metode MapReduce ini belum optimal dikarenakan keterbatasan pada mesin yang ada dan jumlah data yang masih kurang besar. Agar terlihat optimal metode MapReduce ini akan terlihat berbeda ketika menggunakan banyak mesin karena memproses data-data secara tersebar sehingga memudahkan pemrosesan data.

SUMBER :
http://wind0809.blogspot.com/2013/04/seputar-tentang-cloud-computing-map.html

Pengantar Komputasi Cloud | Distributed Computasi

DISUSUN OLEH :
Nama : Rama Wicaksana
NIM  : 11510030

Kampus : STTC (Sekolah Tinggi Teknik Cendekia)


PENDAHULUAN

     Komputasi awan (bahasa Inggris: cloud computing) adalah gabungan pemanfaatan teknologi komputer ('komputasi') dan pengembangan berbasis Internet ('awan'). Awan (cloud) adalah metafora dari internet, sebagaimana awan yang sering digambarkan di diagram jaringan komputer. Sebagaimana awan dalam diagram jaringan komputer tersebut, awan (cloud) dalam Cloud Computing juga merupakan abstraksi dari infrastruktur kompleks yang disembunyikannya. Ia adalah suatu metoda komputasi di mana kapabilitas terkait teknologi informasi disajikan sebagai suatu layanan (as a service), sehingga pengguna dapat mengaksesnya lewat Internet ("di dalam awan") tanpa mengetahui apa yang ada didalamnya, ahli dengannya, atau memiliki kendali terhadap infrastruktur teknologi yang membantunya. Menurut sebuah makalah tahun 2008 yang dipublikasi IEEE Internet Computing "Cloud Computing adalah suatu paradigma di mana informasi secara permanen tersimpan di server di internet dan tersimpan secara sementara di komputer pengguna (client) termasuk di dalamnya adalah desktop, komputer tablet, notebook, komputer tembok, handheld, sensor-sensor, monitor dan lain-lain." 
     
     Komputasi awan adalah suatu konsep umum yang mencakup SaaS, Web 2.0, dan tren teknologi terbaru lain yang dikenal luas, dengan tema umum berupa ketergantungan terhadap Internet untuk memberikan kebutuhan komputasi pengguna. Sebagai contoh, Google Apps menyediakan aplikasi bisnis umum secara daring yang diakses melalui suatu penjelajah webdengan perangkat lunak dan data yang tersimpan di server. Komputasi awan saat ini merupakan trend teknologi terbaru, dan contoh bentuk pengembangan dari teknologi Cloud Computing ini adalah iCloud
Komputasi Grid adalah penggunaan sumber daya yang melibatkan banyak komputer. Digunakan untuk memecahkan persoalan komputasi dalam skala besar yang terdistribusi dan terpisah secara geografis. Komputasi Grid menjalankan sistem yang terkoordinasi terhadap sumberdaya komputasi yang tidak berada dibawah suatu kendali terpusat.
     
     Komputasi Terdistribusi merupakan salah satu tujuan dari Cloud Computing, karena menawarkan pengaksesan sumber daya secara paralel, para pengguna juga bisa memanfaatkannya secara bersamaan (tidak harus menunggu dalam antrian untuk mendapatkan pelayanan), terdiri dari banyak sistem sehingga jika salah satu sistem crash, sistem lain tidak akan terpengaruh dan juga dapat menghemat biaya operasional karena tidak membutuhkan sumber daya (resourches).


PEMBAHASAN

Distributed Computation dalam Cloud Computing


     Kegiatan ini merupakan kumpulan beberapa computer yang terhubung untuk melakukan pendistribusian, seperti mengirim dan menerima data serta melakukan interaksi lain antar computer yang dimana  membutuhkan sebuah jaringan agar computer satu dan lainnya bisa saling berhubung dan melakukan interaksi. Hal ini semua dilakukan dengan cloud computing  yang seperti kita ketahui memberikan layanan dimana informasinya disimpan di server secara permanen dan disimpan di computer client secara temporary.
     
     Cloud Computing adalah model komputasi dimana sumber daya seperti daya komputasi, media penyimpanan(storage), jaringan(network), dan software dijalankan sebagai layanan melalui media jaringan, bahkan dapat diakses di tempat manapun selama terkoneksi dengan internet.

Cloud computing mempunyai tiga tingkatan layanan yang diberikan kepada pengguna, yaitu :
  1. Infrastructure as service, hal ini meliputi Grid untuk virtualized server, storage & network. Contohnya seperti Amazon Elastic Compute Cloud dan Simple Storage Service.
  2. Platform as a service, hal ini memfokuskan pada aplikasi dimana dalam hal ini seorang developer tidak perlu memikirkan hardware dan tetap fokus pada pembuatan aplikasi tanpa harus mengkhawatirkan sistem operasi, infrastructure scaling, load balancing dan lain-lain. Contohnya yang sudah mengimplementasikan ini adalah Force.com dan Microsoft Azure investment.
  3. Software as a service: Hal ini memfokuskan pada aplikasi dengan Web-based interface yang diakses melalui Web Service dan Web 2.0. Contohnya adalah Google Apps, SalesForce.com dan aplikasi jejaring sosial seperti Facebook.

Kelebihan Cloud Computing:
  • Menghemat biaya investasi awal untuk pembelian sumber daya.
  • Bisa menghemat waktu sehingga perusahaan bisa langsung fokus ke profit dan berkembang dengan cepat.
  • Membuat operasional dan manajemen lebih mudah karena sistem pribadi/perusahaan yang tersambung dalam satu cloud dapat dimonitor dan diatur dengan mudah.
  • Menjadikan kolaborasi yang terpercaya dan lebih ramping.
  • Mengehemat biaya operasional pada saat realibilitas ingin ditingkatkan dan kritikal sistem informasi yang dibangun.
Kekurangan Cloud Computing: 
  • Komputasi awan tidak dapat dilakukan jika tidak dapat terhubung ke Internet.
  • Apabila koneksi internet yang lambat, maka cloud computing tidak lagi optimal untuk digunakan.
  • Fitur yang ditawarkan tidak selengkap aplikasi desktop.
  • Data yang disimpan dalam awan secara umum tidaklah aman karena diperbanyak di beberapa mesin.
  • Satu Pusat Serangan. Penempatan semua server dalam satu komputer akan menjadikannya sebagai target serangan.
KESIMPULAN

     Cloud Computing adalah penggabungan teknologi visualisasi dan grid computing yang mampu memberikan hasil yang jauh lebih efisien dan powerfull dalam hal proses komputasi dan pengelolaan resource IT secara terdistribusi

SUMBER :
http://onestepforsuccess.blogspot.co.id/2014/05/distributed-computation-dalam-cloud.html
http://putrifebiani.blogspot.co.id/2014/05/distributed-computation-dalam-cloud.html

Selasa, 06 Oktober 2015

Pengantar Komputasi Cloud | Virtualisasi

DISUSUN OLEH :
Nama : Rama Wicaksana
NIM  : 11510030

Kampus : STTC (Sekolah Tinggi Teknik Cendekia)



C. VIRTUALISASI

      Virtualisasi (virtualization) memiliki banyak pengertian. Jika merujuk pada kamus Oxford, istilah virtualization merupakan turunan dari kata virtualize yang memiliki makna “Convert (something) to a computer-generated simulation of reality”. Dalam terjemahan bebas, virtualisasi berarti mengubah sesuatu (mengkonversi) ke bentuk simulasi dari bentuk nyata.

      Inti dari virtualisasi adalah membuat sebuah simulasi dari perangkat keras, sistem operasi, jaringan maupun yang lainnya. Di bidang teknologi informasi, virtualisasi digunakan sebagai sarana untuk improvisasi skalabilitas dari perangkat keras yang ada. Dengan virtualisasi, beberapa sistem operasi dapat berjalan secara bersamaan pada satu buah komputer. Hal ini tentunya dapat mengurangi biaya yang harus dikeluarkan oleh sebuah perusahaan. Di masa akan datang, teknologi virtualisasi akan banyak digunakan baik oleh perusahaan yang bergerak dibidang teknologi informasi maupun yang tidak murni bergerak di bidang teknologi informasi namun menggunakan teknologi informasi sebagai sarana untuk memajukan usahanya.

       Menurut Alan Murphy dalam papernya Virtualization Defined – Eight Different Ways, menyebutkan setidaknya terdapat delapan istilah dalam penerapan virtualisasi. Diantaranya adalah operating system virtualization, application server virtualization, application virtualization, management virtualization, network virtualization, hardware virtualization, storage virtualization dan service virtualization. Dalam hardware virtualization, perangkat lunak bekerja membentuk sebuah virtual machine yang bertindak seolah-olah seperti sebuah komputer asli dengan sebuah sistem operasi terinstall di dalamnya. Salah contoh yang mudah misalkan terdapat satu buah komputer yang telah terinstall GNU/Linux Linux Mint. Kemudian dengan menggunakan perangkat lunak virtualisasi misalnya Virtualbox, kita dapat menginstall sistem operasi lain sebagai contoh Windows XP atau FreeBSD. Sistem operasi yang terinstall di komputer secara fisik dalam hal ini Linux Mint disebut sebagai host machinesedangkan sistem operasi yang diinstall diatasnya dinamakan guest machine.
Istilah host dan guest dikenalkan untuk memudahkan dalam membedakan antara sistem operasi fisik yang terinstall di komputer dengan sistem operasi yang diinstall diatasnya atau virtualnya.
Perangkat lunak yang digunakan untuk menciptakan virtual machine pada host machine biasa disebut sebagaihypervisor atau Virtual Machine Monitor (VMM). Menurut Robert P. Goldberg dalam tesisnya yang berjudulArchitectural Principles For Virtual Computer Systems pada hal 23 menyebutkan bahwa tipe-tipe dari VMM ada 2 yaitu:
  • Type 1 berjalan pada fisik komputer yang ada secara langsung. Pada jenis ini hypervisor/VMM benar-benar mengontrol perangkat keras dari komputer host-nya. Termasuk mengontrol sistem operasi-sistem operasi guest-nya. Contoh implementasi yang ada adalah KVM dan OpenVZ. Adapun contoh yang lain seperti VMWare ESXi, Microsoft Hyper-V.


Gambar 1. Virtualisasi type 1


  • Type 2 berjalan pada sistem operasi diatasnya. Pada tipe ini sistem operasi guest berada diatas sistem operasi host. Contoh tipe ini adalah VirtualBox. 
 

Gambar 2. Virtualisasi type 2



SUMBER :
http://dosen.gufron.com/artikel/pengertian-virtualisasi/8/

Pengantar Komputasi Cloud | Pengantar Komputasi GRID

DISUSUN OLEH :
Nama : Rama Wicaksana
NIM  : 11510030

Kampus : STTC (Sekolah Tinggi Teknik Cendekia)


B. KOMPUTASI GRID



      Menurut definisi Grid Computing atau Komputasi Grid merupakan salah satu dari tipe Komputasi Paralel. Komputasi Paralel adalah penggunaan sumber daya yang melibatkan banyak komputer terpisah secara geografis, namun tersambung via jalur komunikasi (Internet) untuk memecahkan persoalan komputasi skala besar. Semakin cepat jalur komunikasi terbuka, maka peluang untuk menggabungkan kinerja komputasi dari sumber-sumber komputasi yang terpisah menjadi semakin meningkat. Dengan demikian, skala komputasi terdistribusi dapat ditingkatkan secara geografis lebih jauh lagi, melintasi batas-batas domain administrasi yang ada.

Sistem untuk melakukan komputasi grid yaitu :

  1.  Sistem tersebut melakukan koordinasi terhadap sumberdaya komputasi yang tidak berada dibawah suatu kendali terpusat. Seandainya sumber daya yang digunakan berada dalam satu cakupan domain administratif, maka komputasi tersebut belum dapat dikatakan komputasi grid.
  2. Sistem tersebut menggunakan standard dan protokol yang bersifat terbuka (tidak terpaut pada suatu implementasi atau produk tertentu). Komputasi grid disusun dari kesepakatan-kesepakatan terhadap masalah yang fundamental, dibutuhkan untuk mewujudkan komputasi bersama dalam skala besar. Kesepakatan dan standar yang dibutuhkan adalah dalam bidang autentikasi, otorisasi, pencarian sumberdaya, dan akses terhadap sumber daya. Misalnya, TCP/IP.
  3. Sistem tersebut berusaha untuk mencapai kualitas layanan yang canggih, (nontrivial quality of service) yang jauh diatas kualitas layanan komponen individu dari komputasi grid tersebut.


Beberapa konsep dasar dari Komputasi Grid :

  • Sumber daya dikelola dan dikendalikan secara lokal.
  • Sumber daya berbeda dapat mempunyai kebijakan dan mekanisme berbeda, mencakup Sumber daya komputasi dikelola oleh sistem batch berbeda, Sistem storage berbeda pada node berbeda, kebijakan berbeda dipercayakan kepada user yang sama pada sumber daya berbeda pada Grid.
  • Sifat alami dinamis yaitu Sumber daya dan pengguna dapat sering berubah.
  • Lingkungan kolaboratif bagi e-community (komunitas elektronik, di internet).

Tiga hal yang di-sharing dalam sebuah sistem grid, antara lain : 

  1. Resource,
  2. Network, dan 
  3. Proses.

      Kegunaan / layanan dari sistem grid sendiri adalah untuk melakukan high throughput computing dibidang penelitian ataupun proses komputasi lain yang memerlukan banyak resource komputer.

Secara generik, keuntungan dasar dari penerapan Komputasi Grid, yaitu:
  • Perkalian dari sumber daya : Resource pool dari CPU dan storage tersedia ketika idle.
  • Lebih cepat dan lebih besar : Komputasi simulasi dan penyelesaian masalah apat berjalan lebih cepat dan mencakup domain yang lebih luas.
  • Software dan aplikasi : Pool dari aplikasi dan pustaka standard, Akses terhadap model dan perangkat berbeda, Metodologi penelitian yang lebih baik.
  • Data : Akses terhadap sumber data global, dan hasil penelitian lebih baik.

SUMBER :
http://fahrezamaulana.blogspot.co.id/2013/07/pengantar-komputasi-grid.html

Selasa, 29 September 2015

Artikel Implementasi Komputasi (di berbagai bidang)

DISUSUN OLEH :
Nama : Rama Wicaksana
NIM  : 11510030
Kampus : STTC (Sekolah Tinggi Teknik Cendekia)


B. PENJELASAN IMPLEMENTASI KOMPUTASI

     Implementasi adalah kegiatan yang dilakukan untuk menguji data dan menerapkan sistem yang diperoleh dari kegiatan seleksi. Implementasi merupakan salah satu pertahanan dari keseluruhan pembangunan sistem komputerisasi dan unsur yang harus dipertimbangkan dalam pembangunan sistem komputerisasi yaitu masalah perangkat lunak, karena perangkat lunak yang digunakan haruslah sesuai dengan masalah yang akan diselesaikan disamping masalah perangkat keras. Contoh aplikasi berbasis cloud computing adalah salesforce.com, Google Docs. salesforce.com adalah aplikasi Customer Relationship Management (CRM) berbasis software as services, dimana kita bisa mengakses aplikasi bisnis: kontak, produk, sales tracking, dashboard, dll. Google Docs adalah aplikasi word processor, spreadsheet, presentasi semacam Microsoft Office, yang berbasis di server. Terintegrasi dengan Google Mail, file tersimpan dan dapat di proses dari internet.

     Di zaman/masa modern saat ini perkembangan teknologi yang begitu cepat, Implementasi Komputasi banyak digunakan untuk berbagai bidang. Seperti : Bidang Fisika, Kimia, Matematika, Ekonomi, Geografi dan Geologi. 
Penjelasan dari ke-6 bidang tersebut, yaitu :

1. BIDANG FISIKA  
    Implementasi komputasi modern di bidang Fisika adalah Computational Physics yang mempelajari suatu gabungan antara Fisika, Komputer Sains dan Matematika Terapan untuk memberikan solusi pada “Kejadian dan masalah yang kompleks pada dunia nyata” baik dengan menggunakan simulasi juga penggunaan Algoritma yang tepat. Pemahaman Fisika pada teori, eksperimen dan komputasi haruslah sebanding. Agar dihasilkan solusi numerik dan visualisasi atau pemodelan yang tepat untuk memahami masalah Fisika. Untuk melakukan pekerjaan seperti evaluasi integral, penyelesaian persamaan differensial, penyelesaian persamaan simultan, mem-plot suatu fungsi/data, membuat pengembangan suatu seri fungsi, menemukan akar persamaan dan bekerja dengan bilangan kompleks yang menjadi tujuan penerapan Fisika komputasi. Banyak perangkat lunak ataupun bahasa yang digunakan, seperti : MatLab, Visual Basic, Fortran, Open Source Physics (OSP), Labview, Mathematica, dan lain sebagainya digunakan untuk pemahaman dan pencarian solusi numerik dari masalah-masalah pada Fisika komputasi.

2. BIDANG KIMIA
    Implementasi komputasi modern di bidang Kimia adalah Computational Chemistry yaitu penggunaan ilmu komputer untuk membantu menyelesaikan masalah Kimia. Contohnya penggunaan super komputer untuk menghitung struktur dan sifat molekul. Istilah Kimia teori dapat didefinisikan sebagai deskripsi Matematika untuk Kimia, sedangkan Kimia komputasi biasanya digunakan ketika metode Matematika dikembangkan dengan cukup baik untuk dapat digunakan dalam program komputer. Perlu dicatat bahwa kata "tepat" atau "sempurna" tidak muncul di sini, karena sedikit sekali aspek Kimia yang dapat dihitung secara tepat. Hampir semua aspek kimia dapat digambarkan dalam skema komputasi kualitatif atau kuantitatif hampiran.

3. BIDANG MATEMATIKA  
    Menyelesaikan sebuah masalah yang berkaitan dengan perhitungan Matematis, namun dalam pengertian yang akan dibahas dalam pembahasan komputasi modern ini merupakan sebuah sistem yang akan menyelesaikan masalah Matematis menggunakan komputer dengan cara menyusun Algoritma yang dapat dimengerti oleh komputer yang berguna untuk menyelesaikan masalah manusia.

4. BIDANG EKONOMI    
    Pemrograman yang didesain khusus untuk komputasi Ekonomi dan pengembangan alat bantu dalam pendidikan komputasi Ekonomi. Karena dibidang Ekonomi pasti memiliki permasalahan yang harus dipecahkan oleh Algoritma. Contohnya adalah memecahkan teori statistika untuk memecahkan permasalahan keuangan. Salah satu contoh komputasi di bidang Ekonomi adalah komputasi statistik. Komputasi statistik  adalah jurusan yang mempelajari teknik pengolahan data, membuat program dan analisis data serta teknik penyusunan sistem informasi statistik, seperti : penyusunan basis data, komunikasi data, sistem jaringan, dan diseminasi data statistik.

5. BIDANG GEOGRAFI         
    Geografi adalah ilmu yang mempelajari tentang lokasi serta persamaan dan perbedaan (variasi) keruangan atas fenomena fisik dan manusia di atas permukaan bumi. Komputasi  dalam bidang Geografi biasanya di gunakan untuk peramalan cuaca, di Indonesia khususnya ada salah satu instansi Negara dengan nama BMKG (Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika) yakni instansi negara yang meneliti mengamati tentang Metereologi, Klimatologi kualitas udara dan Geofisika supaya tetap sesuai dengan perundang undangan yang berlaku di Indonesia.

6. BIDANG GEOLOGI
    Geologi merupakan cabang Ilmu sains yang mempelajari tentang Bumi. Yakni komposisi, struktur , sifat-sifat, sejarah dan proses, komputasi Geologi umumnya digunakan dibidang pertambangan sebuah sistem komputer digunakan untuk menganalisa bahan-bahan mineral dan barang tambang yang terdapat didalam tanah. Implementasi pada bidang ini untuk memetakan letak sumber daya dan kontur dari permukaan bumi yang terdapat hasil tambang.


Sumber :
http://www.arsianto.com/2015/04/implementasi-komputasi-modern-pada.html
http://official-teamnetweb.blogspot.co.id/2015/04/pengertian-teori-dan-implementasi.html

Sabtu, 26 September 2015

Pengantar Quantum Computation | Entanglement

DISUSUN OLEH :
Nama : Rama Wicaksana
NIM   : 11510030
Kampus : STTC (Sekolah Tinggi Teknik Cendekia)

Quantum entanglement



Quantum entanglement adalah fenomena fisik yang terjadi ketika pasangan atau kelompok partikel yang dihasilkan atau berinteraksi dengan cara sedemikian rupa sehingga keadaan kuantum dari setiap partikel tidak dapat dijelaskan secara independen-bukan, keadaan kuantum dapat diberikan untuk sistem secara keseluruhan.

Pengukuran sifat fisik seperti posisi, momentum, spin, polarisasi, dll. Dilakukan pada partikel terjerat ditemukan secara tepat berkorelasi. Misalnya, jika sepasang partikel yang dihasilkan sedemikian rupa total spin mereka dikenal nol dan satu partikel yang ditemukan memiliki searah jarum jam berputar pada sumbu tertentu, maka spin dari partikel lain diukur pada yang sama axis akan ditemukan berlawanan, karena sifat pengukuran kuantum. Namun perilaku ini menimbulkan efek yang dapat muncul paradoks, setiap pengukuran properti partikel dapat dilihat sebagai yang bekerja pada partikel yang (misalnya dengan runtuh sejumlah negara superposisi) dan dalam kasus partikel terjerat tindakan tersebut harus berada pada sistem terjerat secara keseluruhan. Dengan demikian tampak bahwa satu partikel dari sebuah terjerat pasangan "tahu" apa pengukuran telah dilakukan di sisi lain, dan dengan apa hasilnya, meskipun tidak ada cara yang dikenal untuk informasi tersebut akan dikomunikasikan antara partikel, yang pada saat pengukuran dapat dipisahkan oleh jarak sewenang-wenang besar.

Fenomena tersebut adalah subjek dari 1.935 kertas oleh Albert Einstein, Boris Podolsky, dan Nathan Rosen dan beberapa makalah oleh Erwin Schrödinger lama kemudian, menggambarkan apa yang kemudian dikenal sebagai paradoks EPR. Einstein dan lain-lain dianggap perilaku tersebut tidak mungkin, karena melanggar pandangan realis lokal kausalitas (Einstein menyebutnya sebagai "aksi seram pada jarak") dan berpendapat bahwa perumusan diterima mekanika kuantum karena itu harus lengkap . Kemudian, prediksi berlawanan mekanika kuantum diverifikasi eksperimental. Percobaan telah dilakukan melibatkan mengukur polarisasi atau spin partikel terjerat dalam arah yang berbeda dengan memproduksi pelanggaran Bell ketimpangan menunjukkan statistik bahwa pandangan realis lokal tidak bisa benar. Ini telah terbukti terjadi bahkan ketika pengukuran dilakukan lebih cepat daripada cahaya bisa bepergian antara situs pengukuran. Tidak ada Lightspeed atau pengaruh lambat yang dapat melewati antara partikel terjerat. Percobaan terbaru telah mengukur partikel terjerat dalam waktu kurang dari satu seperseratus dari persen dari waktu perjalanan cahaya di antara mereka. Menurut formalisme teori kuantum, efek pengukuran terjadi seketika. Hal ini tidak mungkin, namun untuk menggunakan ini efek untuk mengirimkan informasi klasik di lebih cepat dari cahaya kecepatan (lihat cepat dari cahaya → Mekanika kuantum).

Quantum entanglement (Belitan kuantum) adalah bidang penelitian yang sangat aktif dengan komunitas fisika dan efeknya telah dibuktikan secara eksperimental dengan photon, elektron, molekul ukuran buckyballs dan Penelitian juga difokuskan pada pemanfaatan efek keterikatan dalam komunikasi dan komputasi bahkan berlian kecil.

SUMBER :
https://en.wikipedia.org/wiki/Quantum_entanglement

Pengantar Komputasi Cloud (could computing)

DISUSUN OLEH :
Nama    : Rama Wicaksana
NIM      : 11510030
Kampus : STTC (Sekolah Tinggi Teknik Cendekia)
 

PENDAHULUAN


A. LATAR BELAKANG
   Seiring dengan pesatnya perkembangan zaman didunia. Teknologi saat ini mengalami perkembangan kearah pencapaian yang begitu mudah dan nyaman, sehingga kegiatan sehari-hari yang dianggap tidak mungkin dapat dikerjakan dalam waktu yang singkat menjadi mungkin untuk dilakukan secra singkat. Perkembangan teknologi komputasi berbasis internet saat ini lebih diarahkan pada proses aplikasi sistem yang mudah dan tidak memerlukan banyak waktu dan tenaga yang keras. permasalahan pada aplikasi jaringan apabila ada suatu perubahan program aplikasi internet pada server jaringan lokal.Sekarang sistem teknologi informasi Cloud Computing sedang hangat diperbincangkan. Istilah Cloud Computing mulai banyak di dengar dan perkembangannya sangat luar biasa, teknologi Cloud Computing dapat menghilangkan permasalahan. Perusahaan-perusahaan dibidang IT sekarang pun melirihkan perhatiannya kesana. Cloud Computing (Komputasi Awan) merupakan istilah bagi dunia TI yang sistemnya hanya disewa. Maksudanya, dalam menerapkan metode ini pelanggan diharuskan menyewa beberapa komponen kerja di Teknik Informatika (TI) seperti, server penyimpanan data hingga data center. Melihan dari tren saat ini, kita dapat memprediksi masa depan akan menjadi lebih sederhana karena ketersediaan dari Cloud Service. Seluruh nama IBM, Microsoft, Google dan Aplle saat ini sedang terlibat dalam peperangan untuk menjadi penguasa terbesar terhadap teknologi awan ini.

B. RUMUSAN MASALAH
   I.   Pengerian Cloud Computing.
   II.  Sejarah Cloud Computing.
   III. Perkembangan Cloud Computing.
   IV.  Karkteristik dari Cloud Computing.
   V.   Kelebihan dan Kekurangan Cluod Computing.

C. TUJUAN
   Tujuan dari makalah ini agar dapat mengetahui tentang Cloud Computing,  mulai dari sejarah, perkembangan, karakteristik, kelebihan dan kekurangan Cluod Computing.

* ISI *


I. Pengertian Cloud Computing 

   Banyak pihak yang beranggapan untuk memberikan definisi cloud computing dengan masing-masing perbedaannya, antara lain :
 Wikipedia mendefinisikan cloud computing sebagai “komputasi berbasis Internet, ketika banyak server digunakan bersama untuk menyediakan sumber daya, perangkat lunak dan data pada komputer atau perangkat lain pada saat dibutuhkan, sama seperti jaringan listrik”. 

 Gartner mendefinisikannya sebagai “sebuah cara komputasi ketika layanan berbasis TI yang mudah dikembangkan dan lentur disediakan sebagai sebuah layanan untuk pelanggan menggunakan teknologi Internet.”

 Forester mendefinisikannya sebagai “standar kemampuan TI, seperti perangkat lunak, platform aplikasi, atau infrastruktur, yang disediakan menggunakan teknologi Internet dengan cara swalayan dan bayar-per-pemakaian.”

 Secara sederhana, Cloud Computing dapat kita bayangkan seperti sebuah jaringan listrik. Apabila kita membutuhkan listrik, apakah kita harus punya pembangkit listrik sendiri? Tentu tidak. Kita tinggal menghubungi penyedia layanan (dalam hal ini PLN), menyambungkan rumah kita dengan jaringan listrik, dan kita tinggal menikmati layanan tersebut. Pembayaran kita lakukan bulanan sesuai pemakaian.

Gambaran tentang Cloud Computing :



II. Sejarah Cloud Computing

 Tahun 1950-an
    Konsep yang mendasari komputasi awan kembali ke tahun 1950-an, ketika komputer mainframe skala besar menjadi tersedia di akademisi dan perusahaan, dapat diakses melalui thin client / komputer terminal, sering disebut sebagai "terminal statis", karena mereka digunakan untuk komunikasi tetapi memiliki tidak ada kapasitas pemrosesan internal. Untuk membuat lebih efisien penggunaan mainframe yang mahal, praktek berkembang yang memungkinkan beberapa pengguna untuk berbagi baik akses fisik ke komputer dari beberapa terminal serta untuk berbagi waktu CPU. Ini dihilangkan masa non-aktif pada mainframe dan memungkinkan untuk kembali lebih besar pada investasi. Praktek berbagi waktu CPU pada mainframe dikenal di industri sebagai time-sharing. Selama pertengahan tahun 70-an itu dikenal sebagai RJE proses Masuk Jauh Job sebagian besar terkait dengan IBM dan Desember mainframe.

 Tahun 1960-tahun 1990-an
    John McCarthy berpendapat pada tahun 1960 bahwa "perhitungan suatu hari nanti dapat diatur sebagai utilitas publik”. Hampir semua karakteristik modern komputasi awan (penyediaan elastis, disediakan sebagai utilitas, online, ilusi pasokan terbatas), perbandingan untuk industri listrik dan penggunaan publik, swasta, pemerintah, dan bentuk-bentuk masyarakat yang benar-benar dieksplorasi pada tahun 1966 buku Douglas Parkhill, The Tantangan Utility Komputer. Sarjana lain telah menunjukkan akar bahwa komputasi awan pergi semua jalan kembali ke 1950-an ketika ilmuwan Herb Grosch (penulis hukum Grosch ini) mendalilkan bahwa seluruh dunia akan beroperasi pada dumb terminal didukung oleh sekitar 15 pusat data yang besar. Karena mengorbankan komputer yang kuat, banyak perusahaan dan entitas lain bisa menyediakan sendiri komputasi kemampuan melalui waktu berbagi dan beberapa organisasi, seperti : GE GEISCO, anak perusahaan IBM Service Biro Corporation SBC (didirikan pada tahun 1957), Tymshare (didirikan pada tahun 1966  ), CSS Nasional (didirikan pada tahun 1967 dan dibeli oleh Dun & Bradstreet pada tahun 1979), Dial Data (dibeli oleh Tymshare pada tahun 1968), dan BBN (Bolt, Beranek dan Newman) dipasarkan berbagi waktu sebagai usaha komersial.
 Tahun 1990-an
    Pada 1990-an, perusahaan telekomunikasi, yang sebelumnya ditawarkan sirkuit terutama didedikasikan point-to-point data, mulai menawarkan Virtual private network (VPN) layanan dengan kualitas yang sebanding layanan, tetapi dengan biaya yang lebih rendah. Dengan beralih lalu lintas karena mereka melihat cocok untuk menyeimbangkan penggunaan server mereka bisa menggunakan bandwidth jaringan secara keseluruhan lebih efektif. Mereka mulai menggunakan simbol awan untuk menunjukkan titik demarkasi antara apa penyedia bertanggung jawab untuk dan apa pengguna bertanggung jawab atas. Cloud computing memperluas batas ini untuk menutup server serta infrastruktur jaringan.
    Seperti komputer menjadi lebih umum, ilmuwan dan teknolog dieksplorasi cara untuk membuat skala besar daya komputasi yang tersedia untuk lebih banyak pengguna melalui berbagi waktu, bereksperimen dengan algoritma untuk menyediakan penggunaan optimal dari infrastruktur, platform yang dan aplikasi dengan akses prioritas ke CPU dan efisiensi untuk pengguna akhir.
 Sejak tahun 2000-an
    Setelah gelembung dot-com, Amazon memainkan peran kunci dalam semua pengembangan komputasi awan dengan memodernisasi pusat data mereka, yang, seperti kebanyakan jaringan komputer, yang menggunakan sesedikit 10% dari kapasitas mereka pada satu waktu, hanya untuk meninggalkan ruang untuk paku sesekali. Setelah menemukan bahwa arsitektur awan baru menghasilkan peningkatan efisiensi internal yang signifikan dimana kecil, bergerak cepat "tim dua-pizza" (tim cukup kecil untuk memberi makan dengan dua pizza) bisa menambahkan fitur baru yang lebih cepat dan lebih mudah, Amazon memulai pengembangan produk baru upaya untuk memberikan komputasi awan untuk pelanggan eksternal, dan meluncurkan Amazon Web Services (AWS) secara komputasi utilitas pada tahun 2006.
    Pada awal 2008, Eucalyptus menjadi yang pertama open-source, platform yang API-kompatibel AWS untuk menyebarkan awan swasta. Pada awal 2008, OpenNebula, ditingkatkan dalam proyek Waduk Komisi Eropa yang didanai, menjadi perangkat lunak open-source pertama untuk menyebarkan awan swasta dan hibrida, dan untuk federasi awan. Pada tahun yang sama, upaya difokuskan pada penyediaan kualitas jaminan layanan (seperti yang dipersyaratkan oleh aplikasi interaktif real-time) untuk infrastruktur berbasis cloud, dalam rangka proyek IRMOS Komisi Eropa yang didanai, sehingga menghasilkan lingkungan awan real-time. Pada pertengahan 2008, Gartner melihat kesempatan untuk komputasi awan “membentuk hubungan antara konsumen layanan TI, mereka yang menggunakan layanan TI dan mereka yang menjual mereka” dan mengamati bahwa “organisasi yang beralih dari perangkat keras dan perangkat lunak aset yang dimiliki perusahaan untuk penggunaan layanan berbasis model” sehingga “pergeseran diproyeksikan untuk komputasi akan menghasilkan pe  rtumbuhan dramatis dalam produk IT di beberapa daerah dan pengurangan yang signifikan di daerah lain”.
    Pada tanggal 1 Maret 2011 IBM mengumumkan kerangka IBM SmartCloud untuk mendukung Smarter Planet. Di antara berbagai komponen dasar Smarter Computing, komputasi awan adalah bagian penting. Perkembangan Internet dari menjadi dokumen sentris melalui data semantik terhadap layanan lebih dan lebih digambarkan sebagai "Web Dinamis". Kontribusi ini difokuskan khususnya di kebutuhan meta-data yang lebih mampu menjelaskan tidak hanya rincian pelaksanaan tetapi juga Rincian konseptual aplikasi model berbasis.Ketersediaan hadir jaringan berkapasitas tinggi, komputer murah dan perangkat penyimpanan serta adopsi virtualisasi hardware, arsitektur berorientasi layanan, otonom, dan utilitas komputasi telah menyebabkan pertumbuhan komputasi awan.

III. Perkembangan Cloud Computing 
    
     Cloud computing saat ini sangat populer, selain dari pemain besar software seperti Microsoft dan Google, perusahaan lain bermunculan hanya untuk menyediakan layanan berbasis awan sebagai pengganti atau penyempurnaan aplikasi pada PC hari ini. Beberapa dari perusahaan tersebut adalah Zoho.com, sebuah office suite online, Evernote.com, merupakan sebuah situs yang ditujukan untuk catatan online , dan RememberTheMilk.com, manajemen tugas online. Email yang tersedia dalam bentuk web mail merupakan contoh yang sangat kecil dari teknologi cloud computing. Dengan menggunakan layanan email seperti Gmail dan Yahoo Mail, orang tidak perlu lagi menggunakan Outlook atau aplikasi desktop lainnya untuk email mereka. Membaca email dengan browser memungkinkan dilakukan di mana saja sepanjang ada koneksi internet.
Microsoft sebagai perusahaan software terbesar saat ini, melansir “Microsoft Office 365” dan “Windows Azzure” sebagai sistem operasi (OS) berbasis komputasi awan yang digadang-gadang akan menggantikan OS Windows yang ada saat ini. Sementara itu Apple melansir “Mobile Me” untuk pengguna Mac yang disinkronisasikan dengan teknologi Cloud Computing. Sedangkan Google yang sejak 10 tahun silam mengincar pengembangan teknologi ini mulai mengerahkan para penggunanya dalam penerapan sederhana cloud computing melalui layanan “Google Docs” dimana kita dapat memanfaatkan layanan secara online tanpa harus install program. IBM juga telah meluncurkan produk pertamanya di teknologi ini sejak tiga tahun silam yang bernama “LotusLive”. Tidak ketinggalan Hitachi Data System (HDS) sebagai perusahaan data penyimpanan ketiga terbesar di dunia dari Jepang menggarap “Leapdrive.com” sebagai salah satu layanan cloud computing berupa ruang penyimpanan yang diminati publik saat ini.

IV. Karkteristik dari Cloud Computing

Cloud Computing mempunyai 5 karakteristik utama, yaitu :
1. On-Demand Self-Service (Pelayanan mandiri, diri sendiri saat diperlukan).
    Sebuah layanan cloud computing harus dapat dimanfaatkan oleh pengguna melalui  mekanisme swalayan dan langsung tersedia pada saat dibutuhkan. Campur tangan penyedia layanan adalah sangat minim. Jadi, apabila kita saat ini membutuhkan layanan aplikasi CRM (sesuai contoh di awal), maka kita harus dapat mendaftar secara swalayan dan layanan tersebut langsung tersedia saat itu juga.

2. Broad Network Access (Akses jaringan yang besar).
    Sebuah layanan cloud computing harus dapat diakses dari mana saja, kapan saja, dengan alat apa pun, asalkan kita terhubung ke jaringan layanan. Dalam contoh layanan aplikasi CRM di atas, selama kita terhubung ke jaringan Internet, saya harus dapat mengakses layanan tersebut, baik itu melalui laptop, desktop, warnet, handphone, tablet, dan perangkat lain.

3. Resource Pooling (Sumber penggabungan).
    Sebuah layanan cloud computing harus tersedia secara terpusat dan dapat membagi sumber daya secara efisien. Karena cloud computing digunakan bersama-sama oleh berbagai pelanggan, penyedia layanan harus dapat membagi beban secara efisien, sehingga sistem dapat dimanfaatkan secara maksimal.

4. Rapid Elasticity (Elastisitas cepat).
    Kapasitas komputasi yang disediakan dapat secara elastis dan cepat disediakan, baikitu dalam bentuk penambahan atau pengurangan kapasitas yang diperlukan.

5. Measured Service (Layanan pengukuran).
    Sebuah layanan cloud computing harus disediakan secara terukur, karena nantinya akan digunakan dalam proses pembayaran. Harap diingat bahwa layanan  cloud computing dibayar sesuai penggunaan, sehingga harus terukur dengan baik.

Cloud Computing mempunyai 3 tingkatan layanan yang diberikan kepada pengguna, yaitu:
1. Infrastructure as service, hal ini meliputi Grid untuk virtualized server, storage & network. Contohnya seperti, Amazon Elastic Compute Cloud dan Simple Storage Service.
2. Platform as a service, hal ini memfokuskan pada aplikasi dimana dalam hal ini seorang developer tidak perlu memikirkan hardware dan tetap fokus pada pembuatan aplikasi tanpa harus mengkhawatirkan sistem operasi, infrastructure scaling, load balancing dan lain-lain. Contohnya yang sudah mengimplementasikan ini adalah Force.com dan Microsoft Azure investment.
3. Software as a service, Hal ini memfokuskan pada aplikasi dengan Web-based interface yang diakses melalui Web Service dan Web 2.0. Contohnya adalah Google Apps, SalesForce.com dan aplikasi jejaring sosial seperti FaceBook.

V. Kelebihan dan Kekurangan Cloud Computing

a) Kelebihan Cloud Computing :
    Menghemat biaya investasi awal untuk pembelian sumber daya.
    Bisa menghemat waktu sehingga perusahaan bisa langsung fokus ke profit dan berkembang dengan cepat.
    Membuat operasional dan manajemen lebih mudah karena sistem pribadi/perusahaan yang tersambung dalam satu cloud dapat dimonitor dan diatur dengan mudah.
    Menjadikan kolaborasi yang terpercaya dan lebih ramping.
    Mengehemat biaya operasional pada saat realibilitas ingin ditingkatkan dan kritikal sistem informasi yang dibangun.

b) Kekurangan Cloud Computing :
    Continuous high availability.
    Konsistensi (Consistency).
    Interoperability dan Standartization.
    Skalabilitas untuk semua komponen.
    Data secrecy.
    Permasalahan legal dan politik dari penyimpanan data  dan translasi menyeberangi region.
    Issu performansi.
    Kesulitan kastemisasi.
    Hambatan organisasi.
    Service level.
    Cloud provider mungkin tidak akan konsisten dengan performance dari application atau transaksi. Mengharuskan anda untuk memahami service level mengenai transaction response time, data protection dan kecepatan data recovery.
    Privacy.
    Karena orang lain / perusahaan lain juga melakukan hosting kemungkinan data anda akan keluar atau di baca oleh pemerintah U.S. dapat terjadi tampa sepengetahuan anda atau approve dari anda.
    Compliance.
    Cloud service provider diharapkan dapat menyamakan level compliance untuk penyimpanan data didalam cloud.